Selasa, 07 Januari 2014

Surat ketujuh, tentang Ragu



Tak ada romatis rinai hujan yang panjang hari ini, hanya gerimis yang sempat datang tadi pagi mengetuk hari dengan malu-malu. Aku cemburu pada udara dingin yang menyentuh kulitmu, layaknya matahari yang cemburu pada embun pagi, yang duluan mengecup tanah ketimbang sinarnya.

Aku malu-malu mengetuk ruang H101 hari ini karena telat bukan kepalang. Aku mengutuk macet di tugu adipura yang panjangnya membuat aku bisa menceritakan kisah Gajah Mada menyelamatkan Jayanegara saat pemberontakan Ra Kuti hingga tamat. Lebih memalukan lagi saat aku lihat kamu di bawah pohon itu tersenyum melihat aku ragu memilih masuk ke kelas atau tidak. Lelaki tak tegas mungkin pikirmu, tapi setidaknya kau tersenyum.

Hari ini Anas Urbaningrum, mantan ketua demokrat yang mendirikan organisasi Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) menolak datang ke KPK. Ternyata bukan hanya saya yang meragu, Anas pun demikian, sempat dia berujar berani menghadapi apa saja, kini dipanggilpun dia enggan, ah manusia lain kata dan perbuatan. Apakah kamu akan tersenyum juga buat Anas? Jangan kekasihku biarkan senyum yang tadi itu hanya untukku.

Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), organisasi kemarin sore ini menggunakan nama mirip dengan organisasi pemuda Indonesia di Belanda yang sempat dipimpin Bung Hatta, Perhimpunan Indonesia (PI). Organisasi ini menyerukan Indonesia merdeka di tanah Belanda. Apakah kamu tertarik dengan sejarah kekasihku?

Bulan setengah mengintip ragu dari balik awan. Ternyata hari ini bukan hanya aku dan Anas yang ragu, bulan pun ragu. Apakah kamu tersenyum melihat bulan kekasihku?

Desir angin malam di teras kamar membuat aku teringat pantai. Tahukah kamu tentang PI selain Perhimpunan Indonesia? Pantai Indah, sebuah restoran di depan pantai losari, kamu pasti sering kesana,kelak aku akan mengajakmu ke sana, berdua melihat bulan setengah yang tak lagi ragu, dan kita yang saling tersenyum.
Selamat tidur kekasihku, bilang pada  bibirmu, terima kasih atas senyum hari ini.
07 Januari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar