Jumat, 10 Januari 2014

Surat kesembilan, di bawah pohon cinta



Adakah sesuatu yang tak berbatas?

Yayat, seorang kawan angkatan yang kupikir otaknya sedikit miring karena mulai kebanyakan baca buku pemikiran islam ala Ali Syariati membuat sebuah kelompok kajian, dia menyebutnya kajian di bawah pohon cinta. Dia berujar kajian itu hendaknya di bawah pohon, Socrates mengajar di teduhnya pohon, dan yang paling penting Sidharta Gautama memahami hidup yang penuh cinta di bawah pohon.

Kajian di bawah pohon cinta, kupikir ini kajian macam apa, ternyata ini adalah kajian perjodohan. Luar biasa kaget aku di buatnya. Cara kerjanya seperti ini : siapa yang ingin menyatakan cinta maka silahkan hubungi Yayat, nanti dia yang akan membuat undangan buat si wanita dan tentunya teman-teman sang wanita (agar tak terlalu mencolok) untuk datang ke kajian itu.

Hari ini sebut saja Amin (nama disamarkan, dia malu nanti ketahuan betapa takutnya dia menyatakan cinta), ingin menyatakan cinta ke Sisi (nama juga disamarkan). Sesuai prosedurnya Sisi dan teman-temannya yang semua cantik-cantik itu memenuhi undangan Yayat, dan kami telah menunggu di bawah pohon yang sama menemani Amin, yang mulai gugup.

Setelah berceloteh tentang Revolusi Iran, tiba-tiba Yayat berujar “tahukah kalian di bawah pohon ini ada cinta?” , saya mulai senyum mendengarnya. “hari ini seorang keturunan Adam jatuh cinta pada keturunan Hawa, kira-kira sang hawa mau tidak? Yayat mengambil jeda lalu lanjut berucap, kali ini agak tegas  “Sisi kaulah keturunan hawa yang telah membuat seorang keturunan adam di bawah pohon ini jatuh cinta” Yayat berujar mantap sambil mengarahkan ranting pohon tepat ke arah Sisi. Sumpah saya mau ngakak saat itu. “Wahai lelaki keturunan Adam berdirilah, tunjukkan dirimu” Yayat berbicara seakan yang diucapkannya adalah fatwa. Amin berdiri menyerahkan toblerone kepada Sisi, dan ada senyum disitu. Kami sadar cinta bertemu cinta di sana.

Jumat nanti, Yayat menawari untuk mengundangmu ke kajian di bawah pohon cinta, aku pikir belum saatnya. Sore mulai beranjak, aku belum menemukan jawab atas hal itu, tapi setidaknya saya tahu jatuh cinta itu indah.

NB : Jaga kesehatanmu kekasih, kamu cantik dengan sweter itu, tapi aku sempat melihat hidungmu yang agak memerah.
09 Januari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar