Adakah sesuatu yang tak berbatas?
Yayat, seorang kawan angkatan yang kupikir
otaknya sedikit miring karena mulai kebanyakan baca buku pemikiran islam ala
Ali Syariati membuat sebuah kelompok kajian, dia menyebutnya kajian di bawah
pohon cinta. Dia berujar kajian itu hendaknya di bawah pohon, Socrates mengajar
di teduhnya pohon, dan yang paling penting Sidharta Gautama memahami hidup yang
penuh cinta di bawah pohon.
Kajian di bawah pohon cinta, kupikir ini
kajian macam apa, ternyata ini adalah kajian perjodohan. Luar biasa kaget aku
di buatnya. Cara kerjanya seperti ini : siapa yang ingin menyatakan cinta maka
silahkan hubungi Yayat, nanti dia yang akan membuat undangan buat si wanita dan
tentunya teman-teman sang wanita (agar tak terlalu mencolok) untuk datang ke
kajian itu.
Hari ini sebut saja Amin (nama disamarkan,
dia malu nanti ketahuan betapa takutnya dia menyatakan cinta), ingin menyatakan
cinta ke Sisi (nama juga disamarkan). Sesuai prosedurnya Sisi dan
teman-temannya yang semua cantik-cantik itu memenuhi undangan Yayat, dan kami
telah menunggu di bawah pohon yang sama menemani Amin, yang mulai gugup.
Setelah berceloteh tentang Revolusi Iran,
tiba-tiba Yayat berujar “tahukah kalian di bawah pohon ini ada cinta?” , saya
mulai senyum mendengarnya. “hari ini seorang keturunan Adam jatuh cinta pada
keturunan Hawa, kira-kira sang hawa mau tidak? Yayat mengambil jeda lalu lanjut
berucap, kali ini agak tegas “Sisi
kaulah keturunan hawa yang telah membuat seorang keturunan adam di bawah pohon
ini jatuh cinta” Yayat berujar mantap sambil mengarahkan ranting pohon tepat ke
arah Sisi. Sumpah saya mau ngakak saat itu. “Wahai lelaki keturunan Adam
berdirilah, tunjukkan dirimu” Yayat berbicara seakan yang diucapkannya adalah
fatwa. Amin berdiri menyerahkan toblerone
kepada Sisi, dan ada senyum disitu. Kami sadar cinta bertemu cinta di sana.
Jumat nanti, Yayat menawari untuk
mengundangmu ke kajian di bawah pohon cinta, aku pikir belum saatnya. Sore
mulai beranjak, aku belum menemukan jawab atas hal itu, tapi setidaknya saya
tahu jatuh cinta itu indah.
NB : Jaga kesehatanmu kekasih, kamu cantik
dengan sweter itu, tapi aku sempat melihat hidungmu yang agak memerah.
09 Januari 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar