Sabtu, 04 Januari 2014

Surat Ketiga



Selamat malam
Hari ini riuh kicau tentang gas elpiji yang naik, Pertamina menjadi biadab karena elpiji 12 Kg mengalami kerugian sejak lima-enam tahun terakhir, jalan keluarnya ialah jalan keluar bisnis, naikkan harga.

Pertamina seakan lupa, bagaimana dia menggoda kita pindah dari minyak tanah ke gas. Bangsa kita kaya akan gas ujar mereka, ayah saya yang orang prabumulih pernah bercerita soal kekayaan gas di kampungnya. Masyarakat lalu pindah ke elpiji 3 kg, kaum menengah ke atas dan jujur memilih menggunakan elpiji 12 kg. Bangsa kita kaya gas, kita pun menjual gas kita ke Cina dengan harga sangat miring, saking kaya dan baiknya bangsa kita soal gas.

Terompet tahun baru masih memekakan telinga, Pertamina mengumumkan kenaikan gas elpiji 60%, kelas menengah terhentak, tapi dampaknya lebih kepada masyarakat kelas bawah. Masyarakat kelas bawah jadi korban pengusaha-pengusaha itu, elpiji 3 kg tiba-tiba langka, situasi yang lumrah karena besar kemungkinan pengusaha akan menimbunnya kemudian mengoplosnya ke elpiji 12 kg. Hal ini terjadi karena lemahnya pengawasan dan kesadaran para pengusaha, jika ini terjadi maka pemerintah hanya memiliki dua pilihan, mensubsidi elpiji 12 kg yang akan menguntungkan Pertamina tapi membebani keuangan negara, atau menaikkan gas elpiji 3 kg. Pada akhirnya kedua pilihan ini secara langsung maupun tidak langsung mencekik rakyat. Hal ini terjadi karena ketidaktegasan pemerintah terhadap Pertamina padahal pemerintah punya saham terbesar di sana. Ingat Bung Hatta kurang lebih pernah berujar kemerdekaan Indonesia bertujuan membuat sejahtera rakyat dan membuat semuanya mampu terjangkau oleh rakyat.

Saya teringat teman saya, dulu setiap pagi di status facebooknya dia pasang dukungan pada SBY, memutar lagu-lagu kampanyenya. Sekarang saya ingin datang menghampirinya, memutar lagu itu keras-keras ditelinganya dan bilang makan itu!!.

Selamat beristirahat, tidurlah kelak jika Allah mengizinkan anak-anak kita akan lahir di Indonesia yang lebih baik

Nb: Aku memutuskan tak jadi titip doa ke Ahmad Gozali, dia tak punya paket diskon buat mahasiswa jomblo.
                                                                                       Makassar, 03 Januari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar