Selamat malam
Hari ini riuh kicau tentang gas elpiji yang naik,
Pertamina menjadi “biadab” karena elpiji 12 Kg
mengalami kerugian sejak lima-enam tahun terakhir, jalan keluarnya ialah jalan
keluar bisnis, naikkan harga.
Pertamina seakan lupa, bagaimana dia menggoda kita
pindah dari minyak tanah ke gas. “Bangsa kita kaya akan gas”
ujar mereka, ayah saya yang orang prabumulih pernah bercerita soal kekayaan gas
di kampungnya. Masyarakat lalu pindah ke elpiji 3 kg, kaum menengah ke atas dan
jujur memilih menggunakan elpiji 12 kg. Bangsa kita kaya gas, kita pun menjual
gas kita ke Cina dengan harga sangat miring, saking kaya dan baiknya bangsa
kita soal gas.
Terompet tahun baru masih memekakan telinga, Pertamina
mengumumkan kenaikan gas elpiji 60%, kelas menengah terhentak, tapi dampaknya
lebih kepada masyarakat kelas bawah. Masyarakat kelas bawah jadi korban
pengusaha-pengusaha itu, elpiji 3 kg tiba-tiba langka, situasi yang lumrah
karena besar kemungkinan pengusaha akan menimbunnya kemudian mengoplosnya ke
elpiji 12 kg. Hal ini terjadi karena lemahnya pengawasan dan kesadaran para
pengusaha, jika ini terjadi maka pemerintah hanya memiliki dua pilihan,
mensubsidi elpiji 12 kg yang akan menguntungkan Pertamina tapi membebani
keuangan negara, atau menaikkan gas elpiji 3 kg. Pada akhirnya kedua pilihan ini
secara langsung maupun tidak langsung mencekik rakyat. Hal ini terjadi karena
ketidaktegasan pemerintah terhadap Pertamina padahal pemerintah punya saham
terbesar di sana. Ingat Bung Hatta kurang lebih pernah berujar “kemerdekaan
Indonesia bertujuan membuat sejahtera rakyat dan membuat semuanya mampu
terjangkau oleh rakyat”.
Saya teringat teman saya, dulu setiap pagi di
status facebooknya dia pasang dukungan pada SBY, memutar lagu-lagu kampanyenya.
Sekarang saya ingin datang menghampirinya, memutar lagu itu keras-keras
ditelinganya dan bilang “makan itu!!”.
Selamat beristirahat, tidurlah kelak jika Allah
mengizinkan anak-anak kita akan lahir di Indonesia yang lebih baik
Nb: Aku memutuskan tak jadi titip doa ke Ahmad
Gozali, dia tak punya paket diskon buat mahasiswa jomblo.
Makassar, 03 Januari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar