Selamat malam minggu,
Malam minggu pertama di tahun 2014, dan syukurlah
hujan.
Sesungguhnya doa orang teraniaya dikabulkan Tuhan,
begitu kira-kira ujar para alim ulama. Hujan adalah jawaban doa mereka, mungkin
Tuhan kasihan pada mereka yang begitu teraniaya sejak zaman sosial media
menjadi trend, apalagi jika yang berdoa itu adalah para jomblo merangkap fans
Manchester United dan AC Milan.
Soal gas elpiji kemarin, belum ada aktivis kampus
yang berteriak dan berdemo, mungkin telinga mereka masih pekak oleh bunyi
petasan tahun baru, atau bisa jadi mereka masih tertidur dalam lelah usai pesta.Semoga
saya salah.
Saya tak ingin mengkritik kawana-kawan aktivis,tiap
orang berhak memilih jalan perjuangan mereka. Soekarno, Hatta, Sjahrir, Tan
Malaka, Jenderal Sudirman, Amir Sjafruddin dll masing-masing punya jalan yang
berbeda, tapi mereka satu dalam tujuan Indonesia merdeka, walau fakta sejarah
menulis bahwa setelah merdeka mereka saling tikam, itulah liku perjuangan,
itulah dunia pergerakan sesungguhnya. Kawan-kawan aktivis ini pun akan berada
pada fase-fase itu, berbeda dalam pola perjuangan tapi bertujuan menyerang
rezim yang sama, setelah masa itu berlalu di antara mereka pun bisa jadi ada
saling tikam.
Pacarmu seorang aktivis, surat ini menjadi tak
beguna lagi pikirku, kuakhiri saja, aku khawatir saat membacanya kamu malah
mengingatnya bukan mengingatku.
Lagu Geisha mengalun pelan,”lumpuhkanlah
ingatanku, hapuskan tentang dia, kuingin kulupakannya”.
Kelak aku atau kau yang menyanyikan lagu itu, aku harap itu kau dan itu tentang
hubunganmu dan dia.
Makassar, 04 Januari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar